incaschool.sch.id – Suku kata adalah bagian terkecil dari kata yang diucapkan secara utuh dan memiliki bunyi yang jelas. Misalnya kata “buku” terdiri dari dua suku kata, “bu” dan “ku”. Bagi siswa, memahami suku kata bukan hanya soal membaca, tapi juga soal membangun fondasi literasi.
Suku kata membantu kita mengeja, membaca dengan lancar, dan bahkan menulis dengan benar. Seorang guru bahasa pernah bercerita bahwa anak-anak yang memahami suku kata lebih cepat dalam mengenal kata-kata baru. Ini karena mereka bisa memecah kata yang panjang menjadi bagian-bagian yang lebih mudah diingat.
Selain itu, suku kata juga memengaruhi pengucapan dan irama bahasa. Dalam puisi atau lagu, jumlah suku kata menentukan ritme dan alur bunyi. Jadi, mengenal suku kata bukan sekadar pelajaran bahasa, tapi juga bagian dari seni komunikasi.
Jenis-Jenis Suku Kata

Secara umum, suku kata dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan strukturnya. Ada suku kata terbuka dan tertutup. kata terbuka berakhir dengan vokal, seperti “ba” atau “me”, sementara kata tertutup berakhir dengan konsonan, misalnya “bat” atau “lamp”.
Kemudian, kita juga mengenal suku kata tunggal dan ganda. kata tunggal hanya memiliki satu bunyi vokal, seperti “ti”, sedangkan kata ganda memiliki dua atau lebih vokal atau konsonan, contohnya “karang”.
Mengetahui jenis-jenis kata membantu siswa dalam membaca kata-kata baru. Misalnya, ketika menemukan kata yang panjang seperti “menyanyi”, mereka bisa memecahnya menjadi “me-nya-nyi”, sehingga lebih mudah dibaca dan diingat.
Cara Mengidentifikasi Suku Kata dalam Kata
Mengidentifikasi kata sebenarnya sederhana, tapi butuh latihan. Salah satu teknik yang sering digunakan guru adalah teknik menepuk tangan atau mengetuk meja sesuai jumlah kata dalam kata. Misalnya kata “sepeda” memiliki tiga kata: “se-pe-da”, jadi kita menepuk tangan tiga kali.
Selain itu, ada cara membaca pelan sambil menekankan setiap bagian kata. Teknik ini membantu anak-anak mengenali pola vokal dan konsonan. Dengan latihan rutin, kemampuan ini tidak hanya membantu membaca, tapi juga meningkatkan kemampuan mengeja dan menulis.
Ada juga metode memecah kata berdasarkan arti, misalnya kata “berlari” bisa dipecah menjadi “ber” + “lari”. Dengan cara ini, siswa tidak hanya mengenal bunyi, tapi juga memahami makna kata.
Suku Kata dan Pengaruhnya pada Literasi Siswa
Literasi siswa erat kaitannya dengan penguasaan suku. Anak-anak yang bisa mengenali dan membaca suku dengan cepat biasanya lebih lancar dalam membaca teks panjang. Hal ini karena mereka tidak terjebak saat menghadapi kata yang belum familiar.
Selain itu, kemampuan mengenal suku kata juga berpengaruh pada kemampuan menulis. Misalnya ketika menulis karangan, siswa yang paham suku lebih mudah membagi kata panjang menjadi bagian yang benar, sehingga tulisan mereka rapi dan mudah dibaca.
Seorang pendidik pernah bercerita tentang murid yang awalnya kesulitan membaca, tapi setelah diajari cara memecah kata menjadi suku , kemajuannya sangat pesat. Dari situ terlihat bahwa kata adalah fondasi yang tidak bisa diabaikan.
Tips dan Latihan Mengenal Suku Kata untuk Siswa
Agar siswa lebih mahir, ada beberapa latihan yang bisa dilakukan. Pertama, latihan menepuk tangan atau mengetuk meja sesuai jumlah kata. Ini membantu mereka merasakan ritme bahasa secara fisik.
Kedua, bermain permainan kata. Misalnya memberikan kata panjang dan meminta siswa memecahnya menjadi suku . Permainan ini membuat belajar menjadi menyenangkan, sekaligus melatih fokus dan konsentrasi.
Ketiga, membaca nyaring sambil menekankan setiap kata. Teknik ini membantu anak-anak mengenal pola vokal dan konsonan dalam bahasa Indonesia.
Keempat, menulis kata baru yang dipelajari dengan menandai tiap suku. Cara ini efektif karena anak tidak hanya membaca, tapi juga menulis dan mengingat bentuk kata.
Latihan-latihan ini jika dilakukan rutin akan membantu siswa menguasai bahasa lebih cepat dan membangun dasar literasi yang kuat.
Kesimpulan dan Pentingnya Menguasai Suku Kata
Menguasai kata bukan sekadar pelajaran di kelas, tapi kemampuan penting bagi semua siswa. Dari membaca, menulis, hingga memahami makna kata, semuanya berakar pada penguasaan kata.
Siswa yang memahami konsep ini akan lebih percaya diri dalam membaca, lebih cepat mengenal kata baru, dan lebih kreatif dalam menulis. Penguasaan kata juga membuka peluang untuk memahami bahasa lain, karena pola dasar bunyi dan struktur kata sering serupa.
Belajar suku kata mungkin terdengar sederhana, tapi dampaknya sangat besar bagi kemampuan literasi dan komunikasi. Oleh karena itu, guru dan orang tua perlu memberikan latihan yang rutin, menyenangkan, dan relevan agar anak-anak terbiasa dengan konsep ini sejak dini.
Temukan Informasi Lengkapnya Tentang: Pengetahuan
Baca Juga Artikel Berikut: Warta Sekolah: Ruang Kecil di Lingkungan Pendidikan yang Punya Dampak Besar bagi Siswa


