Passive Voice

Passive Voice, Cara Mudah Memahaminya

incaschool.sch.id – Bagi sebagian siswa, mendengar istilah Passive Voice dalam pelajaran Bahasa Inggris langsung mengingatkan pada rumus panjang di papan tulis. Ada to be, Verb 3, perubahan tense, dan objek yang tiba-tiba pindah ke depan. Padahal konsep dasarnya cukup sederhana. Passive Voice atau kalimat pasif digunakan ketika perhatian utama diberikan kepada orang atau benda yang menerima tindakan. Jadi, fokus kalimat tidak lagi berada pada siapa yang melakukan sesuatu, melainkan pada apa atau siapa yang dikenai tindakan tersebut.

Perhatikan dua kalimat sederhana: “Rina writes the report” dan “The report is written by Rina.” Kalimat pertama merupakan Active Voice karena Rina sebagai pelaku berada di depan. Kalimat kedua merupakan Passive Voice karena the report yang menerima tindakan ditempatkan sebagai subjek. Informasi dasarnya masih berkaitan dengan aktivitas yang sama, tetapi fokus penyampaiannya berubah. Dari contoh kecil ini, siswa sebenarnya sudah dapat melihat pola utama tanpa harus langsung menghafalkan banyak tabel grammar.

Bayangkan seorang siswa bernama Dito sedang mengerjakan latihan. Ia mencoba menghafalkan seluruh bentuk pasif sekaligus dan akhirnya tertukar antara is written, was written, dan has been written. Setelah gurunya meminta Dito memahami fungsi kalimat terlebih dahulu, semuanya mulai lebih masuk akal. Ia mengecek siapa pelaku, apa yang menerima tindakan, dan kapan peristiwa terjadi. Baru setelah itu bentuk kata kerjanya disesuaikan. Cara berpikir seperti ini membuat grammar terasa sebagai sistem bahasa, bukan kumpulan rumus misterius yang harus dihafal semalam.

Rumus Passive Voice Berpusat pada To Be dan Verb 3

Apa Itu Passive Voice dan Mengapa Penting Dipelajari? - Sony Sugema College  Sidoarjo

Pola dasar Passive Voice dapat dipahami sebagai subject + to be + past participle atau Verb 3. Kata to be berubah mengikuti tense dan subjek, sedangkan kata kerja utama menggunakan bentuk ketiga. Sebagai contoh, “The teacher checks the homework” dapat diubah menjadi “The homework is checked by the teacher.” Objek the homework berpindah menjadi subjek, checks berubah menjadi is checked, sementara pelaku dapat ditempatkan setelah kata by jika memang diperlukan.

Langkah paling aman adalah memahami struktur kalimat aktif sebelum mengubahnya. Ambil contoh “The students cleaned the classroom.” Subjeknya adalah the students, kata kerjanya cleaned, dan objeknya the classroom. Karena peristiwa terjadi dalam Simple Past, bentuk pasifnya menggunakan was/were + Verb 3. Hasilnya menjadi “The classroom was cleaned by the students.” Jika subjek pasif berbentuk jamak, were digunakan. Dengan membongkar kalimat menjadi bagian kecil seperti ini, perubahan terasa lebih logis.

Siswa juga perlu memahami bahwa tidak setiap kalimat aktif dapat diubah menjadi pasif dengan cara yang sama. Passive Voice umumnya membutuhkan kata kerja transitif, yaitu kata kerja yang mempunyai objek. Kalimat seperti “She sleeps” tidak mempunyai objek yang bisa dipindahkan menjadi subjek pasif. Karena itu, membuat “Sleep is slept by her” jelas bukan solusi, malah kedengarannya aneh banget. Sebelum sibuk mencari Verb 3, periksa dahulu apakah terdapat objek yang menerima tindakan.

Perubahan Tense Menentukan Bentuk Kalimat Pasif

Bagian yang sering membuat siswa bingung adalah penggunaan Passive Voice pada berbagai tense. Kuncinya adalah mempertahankan waktu kejadian dari kalimat aktif. Dalam Simple Present, pola pasif menggunakan am/is/are + Verb 3. “People use smartphones every day” dapat menjadi “Smartphones are used every day.” Sementara Simple Past menggunakan was/were + Verb 3. Contohnya, “They built the bridge” berubah menjadi “The bridge was built.” Perhatikan bahwa waktunya tidak berubah, hanya struktur kalimatnya yang berbeda.

Pada Present Perfect, bentuknya menjadi has/have been + Verb 3. Kalimat “The team has completed the project” dapat berubah menjadi “The project has been completed by the team.” Untuk Future Simple, siswa biasanya menemukan pola will be + Verb 3. “They will announce the result tomorrow” dapat menjadi “The result will be announced tomorrow.” Jika pola dasar sudah dipahami, siswa tidak perlu melihat setiap bentuk sebagai rumus yang sepenuhnya baru.

Cara latihan yang cukup efektif adalah membuat pasangan Active Voice dan Passive Voice dari satu tense terlebih dahulu. Jangan langsung mencampurkan Simple Present, Past Continuous, Present Perfect, dan berbagai bentuk lainnya dalam satu sesi ketika konsep dasarnya belum kuat. Mulailah dari bentuk yang paling sering digunakan, kemudian naik secara bertahap. Grammar mirip membangun tangga; kalau anak tangga pertama masih goyang, buru-buru naik ke atas justru bikin tambah bingung.

Kata By Tidak Selalu Harus Ada dalam Passive Voice

Kesalahan umum lainnya adalah menganggap setiap Passive Voice wajib menggunakan kata by. Padahal pelaku tindakan tidak selalu penting untuk disebutkan. Misalnya, “My bicycle was stolen last night.” Fokus kalimat berada pada sepeda yang dicuri, sedangkan identitas pencuri mungkin memang tidak diketahui. Menambahkan “by someone” sebenarnya tidak memberikan informasi berarti. Dalam situasi seperti ini, menghilangkan pelaku justru membuat kalimat lebih alami dan langsung pada informasi utama.

Passive Voice juga banyak digunakan ketika pelaku sudah jelas dari konteks atau ketika proses dan hasil lebih penting daripada orang yang melakukannya. Kalimat seperti “The documents were sent this morning” menekankan dokumen dan waktu pengiriman. Siapa yang mengirim mungkin tidak relevan dalam percakapan tersebut. Dalam tulisan ilmiah, instruksi, laporan, atau berita tertentu, struktur pasif juga dapat muncul ketika penulis ingin menonjolkan tindakan, objek, atau hasil daripada individu yang bertindak.

Namun bukan berarti Active Voice selalu kalah bagus. Dalam banyak situasi, kalimat aktif terasa lebih singkat, jelas, dan langsung. “The committee approved the proposal” misalnya, dengan cepat memberi tahu pembaca siapa yang mengambil keputusan. Bentuk pasif “The proposal was approved by the committee” lebih cocok ketika proposal menjadi fokus pembahasan. Jadi, belajar Passive Voice bukan tentang mengganti semua kalimat aktif menjadi pasif. Siswa justru perlu memahami kapan perubahan fokus tersebut membuat komunikasi menjadi lebih tepat.

Latihan Konsisten Membuat Passive Voice Lebih Mudah

Cara paling efektif menguasai Passive Voice adalah berlatih mengenali pola, bukan sekadar menghafal daftar Verb 3. Siswa dapat mengambil kalimat sederhana kemudian menandai subjek, kata kerja, dan objek. Setelah itu, pindahkan objek ke posisi subjek, tentukan to be berdasarkan tense, lalu gunakan past participle dari kata kerja utama. Terakhir, baca kembali hasilnya. Jika kalimat terdengar sangat aneh, periksa struktur dari awal. Kebiasaan mengecek ulang membantu menemukan kesalahan yang sebelumnya tidak terlihat.

Perbendaharaan irregular verbs juga tetap penting karena tidak semua Verb 3 dibentuk dengan menambahkan -ed. Write menjadi written, take menjadi taken, make menjadi made, sedangkan eat menjadi eaten. Daripada menghafalkan daftar sangat panjang dalam satu malam, siswa dapat mempelajari kata yang sering muncul terlebih dahulu dan menggunakannya dalam kalimat. Misalnya, buat pasangan “She wrote a letter” dan “A letter was written by her.” Penggunaan langsung membantu bentuk kata lebih mudah diingat bersama konteksnya.

Pada akhirnya, memahami Passive Voice membutuhkan tiga hal utama: mengenali objek, memahami tense, dan mengetahui bentuk Verb 3. Setelah fondasi tersebut kuat, perubahan Active Voice menjadi Passive Voice tidak lagi terasa seperti memindahkan kata secara acak. Siswa mulai melihat alasan di balik setiap perubahan struktur. Tidak perlu buru-buru menguasai semuanya dalam satu sesi. Mulailah dari kalimat sederhana, periksa polanya, buat contoh sendiri, lalu tingkatkan kesulitannya perlahan. Grammar yang awalnya terlihat penuh aturan akhirnya akan terasa jauh lebih masuk akal ketika sering dipakai.

Temukan Informasi Lengkapnya Tentang: Pengetahuan

Baca Juga Artikel Berikut: Future Tense, Cara Mudah Memahami Kalimat Masa Depan

Author