JAKARTA, incaschool.sch.id – Alam semesta menyimpan keragaman cara makhluk hidup berkembang biak yang luar biasa. Salah satu cara paling umum adalah dengan bertelur. Kelompok yang menggunakan cara ini bernama hewan ovipar. Siswa perlu memahami konsep ini karena ia menjadi dasar dari banyak topik biologi yang lebih lanjut di sekolah.
Apa Itu Hewan Ovipar

Hewan ovipar adalah kelompok makhluk hidup yang proses perkembangbiakannya berlangsung melalui telur. Sang induk mengeluarkan telur dari tubuhnya. Embrio kemudian tumbuh dan berkembang di dalam cangkang telur tersebut. Proses perkembangan itu berlangsung di luar tubuh induknya secara penuh.
Kata “ovipar” sendiri berasal dari bahasa Latin. Kata “ovum” berarti telur, dan “parere” berarti melahirkan. Jadi secara harfiah, istilah ini berarti makhluk yang melahirkan lewat telur. Berbeda dari kelompok vivipar yang melahirkan anak secara langsung, kelompok ini menitipkan proses perkembangan embrio ke dalam cangkang yang berfungsi sebagai pelindung alami.
Ciri-Ciri Hewan Ovipar
Siswa bisa mengenali kelompok ini dari sejumlah ciri yang khas dan mudah diamati. Berikut ciri-ciri utama yang membedakannya dari kelompok lain:
- Berkembang biak dengan telur — Induk betina menghasilkan telur yang mengandung embrio di dalamnya. Proses fertilisasi bisa terjadi di dalam atau di luar tubuh induknya tergantung pada jenisnya.
- Embrio berkembang di luar tubuh induk — Setelah telur keluar, embrio tumbuh secara mandiri di dalam cangkang. Induk tidak memberi nutrisi langsung seperti yang vivipar lakukan.
- Memiliki cangkang atau membran pelindung — Telur dari kelompok ini umumnya memiliki cangkang keras atau membran yang melindungi embrio dari kerusakan dan dehidrasi.
- Tidak memiliki plasenta — Berbeda dari mamalia vivipar, kelompok ini tidak mengembangkan plasenta untuk menghubungkan induk dengan embrio selama perkembangan berlangsung.
- Waktu pengeraman bervariasi — Setiap jenis memiliki masa pengeraman yang berbeda-beda. Ada yang hanya beberapa hari, ada pula yang membutuhkan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Contoh Hewan Ovipar yang Umum Ditemui
Kelompok ini sangat beragam dan mencakup banyak jenis makhluk hidup yang siswa sudah kenal dalam kehidupan sehari-hari. Berikut contoh-contoh yang paling umum:
Kelompok Unggas Ayam, bebek, burung merpati, dan burung elang semuanya termasuk ke dalam kelompok ini. Induk betina menghasilkan telur, lalu mengerami telur tersebut dengan tubuhnya hingga menetas. Ayam kampung misalnya, membutuhkan sekitar 21 hari masa pengeraman sebelum telurnya menetas menjadi anak ayam.
Kelompok Reptil Buaya, penyu, ular, dan biawak juga masuk ke dalam kelompok ini. Kebanyakan reptil tidak mengerami telurnya dengan tubuh. Mereka mengubur telur di pasir atau tanah hangat dan membiarkan panas alam melakukan tugasnya. Penyu laut misalnya, bertelur di pantai berpasir lalu kembali ke laut tanpa menemani proses penetasannya.
Kelompok Ikan Sebagian besar ikan juga termasuk dalam kelompok ini. Ikan betina melepaskan telur ke dalam air, lalu ikan jantan membuahinya dari luar. Telur-telur itu kemudian berkembang tanpa perlindungan cangkang keras namun terlindungi oleh lendir khusus.
Kelompok Amfibi Katak dan salamander bertelur di air atau di tempat lembap. Telur mereka tidak memiliki cangkang keras. Sebaliknya, telur mereka terbungkus lapisan gelatin yang mempertahankan kelembapan selama proses perkembangan berlangsung.
Kelompok Serangga Kupu-kupu, lebah, nyamuk, dan semut semuanya bertelur. Ukuran telurnya sangat kecil, namun proses perkembangannya sangat teratur melalui tahapan metamorfosis yang kompleks.
Perbedaan Hewan Ovipar dengan Vivipar dan Ovovivipar
Siswa sering menghadapi soal yang membandingkan ketiga kelompok ini. Berikut perbedaan mendasar yang perlu siswa pahami:
- Ovipar — Embrio berkembang di dalam telur yang berada di luar tubuh induk. Induk tidak menyediakan nutrisi langsung selama perkembangan embrio berlangsung.
- Vivipar — Embrio berkembang di dalam tubuh induk betina. Induk menyediakan nutrisi melalui plasenta. Contohnya adalah sapi, kambing, kucing, dan manusia.
- Ovovivipar — Telur berkembang di dalam tubuh induk, namun induk tidak menyediakan nutrisi langsung melalui plasenta. Contohnya adalah beberapa jenis hiu dan ular boa.
Proses Reproduksi Hewan Ovipar
Proses reproduksi pada kelompok ini melibatkan beberapa tahapan yang sistematis. Siswa perlu memahami urutan tahapan ini untuk menjawab soal dengan tepat:
- Fertilisasi — Sel telur bertemu dengan sel sperma. Pada burung dan reptil, fertilisasi terjadi di dalam tubuh induk betina. Pada ikan dan katak, fertilisasi terjadi di luar tubuh.
- Pembentukan Telur — Setelah fertilisasi, embrio terbungkus oleh kuning telur sebagai cadangan makanan, putih telur sebagai bantalan pelindung, dan cangkang sebagai lapisan terluar.
- Peneluran — Induk betina mengeluarkan telur dari tubuhnya ke lingkungan yang sesuai untuk perkembangan embrio.
- Pengeraman atau Inkubasi — Beberapa jenis mengerami telurnya dengan tubuh untuk menjaga suhu. Yang lain membiarkan panas lingkungan melakukan tugasnya.
- Penetasan — Embrio yang sudah siap memecah cangkang dan keluar sebagai individu muda yang mandiri.
Manfaat Belajar tentang Hewan Ovipar
Memahami kelompok ini memberikan banyak manfaat praktis bagi siswa. Pengetahuan ini membantu siswa memahami proses evolusi makhluk hidup, cara kerja ekosistem, dan hubungan antar spesies di alam. Selain itu, pengetahuan tentang cara reproduksi ini juga sangat berguna dalam bidang peternakan, konservasi satwa liar, dan ilmu kedokteran hewan.
Kesimpulan
Hewan ovipar adalah kelompok makhluk hidup yang berkembang biak dengan cara bertelur dan membiarkan embrio berkembang di luar tubuh induknya. Mulai dari ayam di halaman rumah hingga penyu di lautan, kelompok ini mencakup begitu banyak spesies yang menghiasi bumi. Oleh karena itu, memahami ciri-ciri dan proses reproduksinya adalah langkah penting dalam mempelajari keanekaragaman hayati yang luar biasa ini.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Pengetahuan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Homonim: Kata Bermakna Ganda yang Wajib Siswa Ketahui


