JAKARTA, incaschool.sch.id – Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah tidak terlepas dari berbagai jenis teks yang harus dikuasai siswa. Teks narasi menjadi salah satu materi penting yang dipelajari mulai dari jenjang SD hingga SMA karena berkaitan dengan kemampuan bercerita dan menyampaikan peristiwa. Selain itu, pemahaman yang baik tentang jenis teks ini akan membantu siswa dalam menulis karangan dan memahami bacaan berbentuk cerita.
Kemampuan menulis dan menganalisis karangan naratif sangat berguna tidak hanya untuk keperluan akademik tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, siswa perlu memahami secara mendalam tentang pengertian, ciri-ciri, struktur, hingga cara membuat jenis teks ini. Dengan demikian, siswa dapat mengembangkan keterampilan berbahasa yang komprehensif sesuai dengan tuntutan kurikulum.
Pengertian Teks Narasi Menurut Para Ahli

Teks narasi merupakan jenis karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian secara kronologis berdasarkan urutan waktu. Pertama, Keraf mendefinisikan karangan naratif sebagai bentuk wacana yang berusaha mengisahkan suatu kejadian seolah-olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa tersebut. Selain itu, Suparno dan Yunus menyatakan bahwa jenis teks ini bertujuan menyampaikan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu.
Secara sederhana, karangan naratif dapat dipahami sebagai cerita yang memiliki alur dari awal hingga akhir. Oleh karena itu, unsur waktu dan urutan kejadian menjadi sangat penting dalam jenis teks ini. Dengan demikian, pembaca dapat mengikuti jalan cerita dengan mudah dan memahami pesan yang ingin disampaikan penulis.
Karakteristik utama karangan naratif:
- Berbentuk Cerita: Pertama, menyajikan rangkaian peristiwa yang saling berkaitan
- Kronologis: Kedua, disusun berdasarkan urutan waktu kejadian
- Ada Tokoh: Ketiga, melibatkan pelaku atau karakter dalam cerita
- Ada Konflik: Keempat, biasanya terdapat permasalahan yang harus diselesaikan
- Ada Setting: Kelima, memiliki latar tempat dan waktu yang jelas
- Ada Pesan: Keenam, mengandung amanat atau nilai yang ingin disampaikan
- Menarik: Terakhir, disajikan dengan gaya bahasa yang memikat pembaca
Ciri-Ciri Teks Narasi yang Harus Diketahui
Mengenali ciri-ciri karangan naratif membantu siswa membedakannya dengan jenis teks lain seperti deskripsi, eksposisi, atau argumentasi. Teks narasi memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari bentuk karangan lainnya. Selain itu, pemahaman ciri-ciri ini penting untuk menganalisis dan menulis karangan naratif dengan benar.
Ciri-ciri karangan naratif:
- Mengandung Rangkaian Peristiwa: Pertama, terdapat serangkaian kejadian yang saling berhubungan
- Bersifat Kronologis: Kedua, peristiwa disusun berdasarkan urutan waktu dari awal hingga akhir
- Memiliki Tokoh dan Penokohan: Ketiga, ada karakter yang menjalankan cerita dengan sifat tertentu
- Terdapat Latar: Keempat, mencakup latar tempat, waktu, dan suasana
- Ada Alur Cerita: Kelima, memiliki plot yang terdiri dari pengenalan, konflik, klimaks, dan penyelesaian
- Menggunakan Kata Kerja Aksi: Keenam, banyak menggunakan verba yang menunjukkan tindakan
- Terdapat Keterangan Waktu: Ketujuh, menggunakan kata seperti kemudian, lalu, setelah itu, dan akhirnya
- Bersifat Imajinatif atau Faktual: Terakhir, bisa berupa fiksi atau kisah nyata
Perbedaan dengan jenis teks lain:
- Teks deskripsi menggambarkan objek tanpa alur waktu
- Teks eksposisi menjelaskan informasi secara objektif
- Teks argumentasi berisi pendapat dan alasan
- Teks narasi menceritakan peristiwa secara kronologis
Jenis-Jenis Teks Narasi Berdasarkan Isinya
Karangan naratif dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan isi dan tujuan penulisannya. Teks narasi tidak hanya berbentuk cerita fiksi tetapi juga dapat berupa kisah nyata atau informatif. Selain itu, mengenal berbagai jenis membantu siswa memahami konteks penggunaan masing-masing.
Jenis berdasarkan isi:
- Narasi Ekspositoris: Pertama, jenis ini bertujuan memberikan informasi tentang suatu peristiwa secara faktual. Kemudian, pembaca mendapat pengetahuan dari rangkaian kejadian yang diceritakan. Contohnya adalah biografi tokoh atau laporan perjalanan.
- Narasi Sugestif: Kedua, jenis ini bertujuan menyampaikan makna atau amanat tertentu melalui cerita. Selain itu, penulis berusaha mempengaruhi imajinasi dan emosi pembaca. Contohnya adalah cerpen, novel, dan dongeng.
- Narasi Artistik: Ketiga, jenis ini mengutamakan keindahan bahasa dan gaya bercerita. Oleh karena itu, pemilihan kata dan penyusunan kalimat sangat diperhatikan. Contohnya adalah karya sastra dengan nilai estetika tinggi.
- Narasi Informatif: Terakhir, jenis ini menyampaikan informasi berdasarkan fakta dan data. Dengan demikian, pembaca memperoleh pengetahuan baru dari cerita yang disajikan. Contohnya adalah berita dan artikel sejarah.
Struktur Teks Narasi yang Benar
Setiap karangan naratif memiliki struktur yang harus dipahami agar dapat menganalisis dan menulis dengan baik. Teks narasi terdiri dari beberapa bagian yang saling berkaitan membentuk satu kesatuan cerita. Selain itu, memahami struktur membantu siswa menyusun karangan yang runtut dan mudah dipahami.
Struktur karangan naratif:
- Orientasi (Pengenalan): Pertama, bagian awal yang memperkenalkan tokoh, latar tempat, latar waktu, dan situasi awal cerita
- Komplikasi (Konflik): Kedua, bagian yang menyajikan permasalahan atau konflik yang dialami tokoh
- Klimaks (Puncak): Ketiga, bagian yang menampilkan puncak ketegangan dari konflik yang terjadi
- Resolusi (Penyelesaian): Keempat, bagian yang berisi penyelesaian masalah atau konflik
- Koda (Penutup): Terakhir, bagian akhir yang berisi kesimpulan, pesan moral, atau keadaan setelah konflik selesai
Penjelasan detail setiap struktur:
- Orientasi menjawab pertanyaan siapa, kapan, dan di mana cerita berlangsung
- Komplikasi menunjukkan apa masalah yang dihadapi tokoh
- Klimaks menggambarkan bagaimana ketegangan mencapai puncaknya
- Resolusi menjelaskan bagaimana masalah dapat diselesaikan
- Koda menyampaikan apa pembelajaran dari cerita tersebut
Unsur-Unsur Teks Narasi yang Membangun Cerita
Selain struktur, karangan naratif juga memiliki unsur-unsur pembangun yang membuat cerita menjadi utuh dan menarik. Teks narasi tidak akan lengkap tanpa unsur intrinsik yang saling mendukung. Selain itu, pemahaman unsur-unsur ini penting untuk menganalisis karya sastra naratif.
Unsur intrinsik karangan naratif:
- Tema: Pertama, gagasan utama atau pokok pikiran yang mendasari cerita
- Tokoh: Kedua, pelaku atau karakter yang menjalankan cerita
- Penokohan: Ketiga, gambaran sifat dan karakter dari setiap tokoh
- Alur (Plot): Keempat, rangkaian peristiwa yang membentuk jalan cerita
- Latar (Setting): Kelima, tempat, waktu, dan suasana terjadinya cerita
- Sudut Pandang: Keenam, posisi pencerita dalam menyampaikan cerita
- Gaya Bahasa: Ketujuh, cara penulis menggunakan bahasa untuk menyampaikan cerita
- Amanat: Terakhir, pesan moral atau nilai yang ingin disampaikan kepada pembaca
Jenis sudut pandang dalam narasi:
- Sudut pandang orang pertama (aku/saya)
- Sudut pandang orang kedua (kamu/engkau)
- Sudut pandang orang ketiga (dia/ia/mereka)
- Sudut pandang campuran
Kaidah Kebahasaan Teks Narasi
Karangan naratif memiliki kaidah kebahasaan khusus yang membedakannya dengan jenis teks lain. Teks narasi menggunakan ciri linguistik tertentu yang harus dipahami siswa. Selain itu, penguasaan kaidah kebahasaan membantu dalam menulis karangan yang baik dan benar.
Kaidah kebahasaan karangan naratif:
- Kata Kerja Aksi: Pertama, menggunakan verba yang menunjukkan tindakan seperti berlari, menangis, dan tertawa
- Keterangan Waktu: Kedua, menggunakan kata seperti pada suatu hari, kemarin, lalu, dan setelah itu
- Keterangan Tempat: Ketiga, menggunakan kata seperti di sana, di rumah, dan di sekolah
- Konjungsi Temporal: Keempat, menggunakan kata hubung waktu seperti kemudian, selanjutnya, dan akhirnya
- Kata Ganti Orang: Kelima, menggunakan pronomina seperti aku, dia, dan mereka
- Kalimat Langsung: Keenam, menggunakan dialog antar tokoh dengan tanda petik
- Kata Sifat: Terakhir, menggunakan adjektiva untuk menggambarkan tokoh dan suasana
Contoh penggunaan kaidah kebahasaan:
- Kata kerja aksi: Ani berlari menuju sekolah
- Keterangan waktu: Pada suatu hari, terjadi peristiwa aneh
- Konjungsi temporal: Ia makan, kemudian pergi tidur
- Kalimat langsung: “Aku akan pergi,” kata Budi
Langkah-Langkah Menulis Teks Narasi
Kemampuan menulis karangan naratif merupakan kompetensi yang harus dikuasai siswa di semua jenjang pendidikan. Teks narasi dapat ditulis dengan baik jika mengikuti langkah-langkah yang sistematis. Selain itu, latihan rutin akan meningkatkan keterampilan menulis secara signifikan.
Langkah menulis karangan naratif:
- Tentukan Tema: Pertama, pilih topik atau gagasan utama yang akan diceritakan. Kemudian, pastikan tema menarik dan sesuai dengan target pembaca.
- Buat Kerangka Cerita: Kedua, susun outline yang mencakup alur dari awal hingga akhir. Dengan demikian, cerita akan terstruktur dengan baik.
- Tentukan Tokoh dan Penokohan: Ketiga, ciptakan karakter dengan sifat dan latar belakang yang jelas. Selain itu, tentukan tokoh utama dan tokoh pendukung.
- Tentukan Latar: Keempat, tetapkan tempat, waktu, dan suasana cerita berlangsung.
- Kembangkan Konflik: Kelima, buat permasalahan yang menarik untuk membuat cerita tidak membosankan.
- Tulis dengan Bahasa Menarik: Keenam, gunakan diksi yang tepat dan gaya bahasa yang sesuai.
- Revisi dan Edit: Terakhir, periksa kembali tulisan dan perbaiki kesalahan yang ditemukan.
Contoh Teks Narasi untuk Berbagai Jenjang
Mempelajari contoh karangan naratif membantu siswa memahami penerapan teori dalam praktik penulisan. Teks narasi untuk setiap jenjang pendidikan memiliki tingkat kompleksitas yang berbeda. Selain itu, contoh yang baik dapat menjadi inspirasi untuk menulis karangan sendiri.
Contoh untuk siswa SD:
Judul: Kucing Kesayanganku
Pada suatu hari, aku menemukan seekor kucing kecil di depan rumah. Kucing itu terlihat kelaparan dan kehujanan. Kemudian, aku membawanya masuk dan memberikan susu hangat. Setelah itu, aku memutuskan untuk merawatnya dan memberinya nama Mimi. Kini Mimi menjadi kucing yang sehat dan lucu. Aku sangat menyayanginya.
Contoh untuk siswa SMP:
Judul: Pengalaman Pertama Naik Pesawat
Liburan semester lalu menjadi momen yang tidak terlupakan bagiku. Saat itu, untuk pertama kalinya aku naik pesawat terbang menuju Bali bersama keluarga. Awalnya, aku merasa sangat gugup ketika pesawat mulai bergerak di landasan. Namun, setelah pesawat mengudara, rasa takut itu berubah menjadi kagum melihat pemandangan dari atas awan. Pengalaman itu mengajarkan bahwa keberanian diperlukan untuk mencoba hal baru.
Perbedaan Teks Narasi dengan Teks Lainnya
Siswa sering kesulitan membedakan karangan naratif dengan jenis teks lain dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Teks narasi memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari teks deskripsi, eksposisi, dan prosedur. Selain itu, pemahaman perbedaan ini penting untuk menjawab soal ujian dengan tepat.
Perbandingan dengan jenis teks lain:
| Aspek | Narasi | Deskripsi | Eksposisi |
|---|---|---|---|
| Tujuan | Menceritakan | Menggambarkan | Menjelaskan |
| Urutan | Kronologis | Spasial | Logis |
| Isi | Peristiwa | Objek/suasana | Informasi |
| Tokoh | Ada | Tidak harus | Tidak ada |
| Konflik | Ada | Tidak ada | Tidak ada |
Perbedaan spesifik:
- Narasi vs Deskripsi: Pertama, narasi bercerita sedangkan deskripsi menggambarkan
- Narasi vs Eksposisi: Kedua, narasi kronologis sedangkan eksposisi informatif
- Narasi vs Prosedur: Ketiga, narasi menceritakan sedangkan prosedur memberi petunjuk
- Narasi vs Argumentasi: Terakhir, narasi bercerita sedangkan argumentasi meyakinkan
Tips Menganalisis TeksNarasi untuk Ujian
Soal tentang karangan naratif sering muncul dalam ujian Bahasa Indonesia di berbagai jenjang pendidikan. Teks narasi harus dianalisis dengan cermat untuk menjawab pertanyaan tentang unsur, struktur, dan kaidah kebahasaan. Selain itu, latihan menganalisis akan meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan.
Tips menganalisis karangan naratif:
- Baca Keseluruhan: Pertama, baca teks dari awal hingga akhir untuk memahami isi cerita
- Identifikasi Struktur: Kedua, tentukan bagian orientasi, komplikasi, klimaks, resolusi, dan koda
- Temukan Unsur Intrinsik: Ketiga, identifikasi tema, tokoh, alur, latar, dan amanat
- Perhatikan Kebahasaan: Keempat, temukan kata kerja aksi, konjungsi temporal, dan kalimat langsung
- Tentukan Jenis: Kelima, klasifikasikan apakah termasuk narasi ekspositoris atau sugestif
- Simpulkan Amanat: Terakhir, rumuskan pesan moral yang terkandung dalam cerita
Jenis soal yang sering muncul:
- Menentukan tema dan amanat cerita
- Mengidentifikasi struktur teks
- Menganalisis penokohan
- Menemukan kaidah kebahasaan
- Menentukan jenis narasi
Manfaat Mempelajari TeksNarasi bagi Siswa
Pemahaman tentang karangan naratif memberikan banyak manfaat bagi perkembangan kemampuan berbahasa siswa. Teks narasi tidak hanya dipelajari untuk keperluan akademik tetapi juga berguna dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keterampilan bernarasi merupakan kemampuan komunikasi yang penting.
Manfaat mempelajari karangan naratif:
- Meningkatkan Kemampuan Menulis: Pertama, siswa terlatih menyusun cerita yang runtut dan menarik
- Mengembangkan Imajinasi: Kedua, kreativitas terasah melalui pembuatan tokoh dan alur cerita
- Memahami Struktur Cerita: Ketiga, siswa dapat menganalisis karya sastra dengan lebih baik
- Meningkatkan Kosakata: Keempat, siswa mengenal berbagai diksi dan gaya bahasa
- Mengembangkan Empati: Kelima, memahami perasaan tokoh melatih kepekaan sosial
- Persiapan Ujian: Keenam, materi ini sering keluar dalam ujian Bahasa Indonesia
- Keterampilan Komunikasi: Terakhir, kemampuan bercerita berguna dalam presentasi dan public speaking
Penerapan dalam kehidupan:
- Menulis diary atau jurnal harian
- Menceritakan pengalaman kepada teman
- Membuat konten cerita di media sosial
- Menulis artikel atau blog
- Berkarir sebagai penulis atau jurnalis
Kesimpulan
Teks narasi merupakan jenis karangan yang menceritakan peristiwa atau kejadian secara kronologis dengan struktur yang terdiri dari orientasi, komplikasi, klimaks, resolusi, dan koda. Oleh karena itu, siswa perlu memahami ciri-ciri seperti adanya tokoh, alur, latar, dan penggunaan kaidah kebahasaan khusus seperti kata kerja aksi dan konjungsi temporal. Selain itu, kemampuan membedakan karangan naratif dengan jenis teks lain seperti deskripsi dan eksposisi sangat penting untuk menjawab soal ujian dengan tepat.
Mempelajari karangan naratif memberikan banyak manfaat bagi siswa mulai dari meningkatkan kemampuan menulis, mengembangkan imajinasi, hingga mempersiapkan diri untuk ujian Bahasa Indonesia. Dengan demikian, siswa baik di jenjang SD, SMP, maupun SMA perlu menguasai materi ini dengan baik melalui pemahaman teori dan latihan menulis secara rutin. Jadikan pembelajaran tentang karangan naratif sebagai sarana mengembangkan kreativitas dan keterampilan berbahasa yang akan berguna sepanjang hayat.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Pengetahuan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Tips Memilih Sekolah: Panduan Lengkap untuk SD SMP SMA


