incaschool.sch.id – Belajar bahasa Inggris sering terasa mudah ketika masih membahas kosakata sehari-hari. Tantangannya mulai muncul saat siswa bertemu grammar dan harus memahami mengapa sebuah kalimat dapat berubah bentuk tanpa kehilangan makna utamanya. Salah satu materi yang cukup sering membuat siswa berhenti sejenak adalah Direct Indirect Speech. Materi ini sebenarnya dekat sekali dengan percakapan sehari-hari. Ketika kita mengutip ucapan seseorang secara persis, kita menggunakan konsep direct speech. Ketika ucapan tersebut diceritakan kembali kepada orang lain, bentuknya menjadi indirect atau reported speech.
Misalnya, seorang teman berkata, “I am tired.” Jika kalimat itu dituliskan sama seperti ucapan aslinya, bentuk tersebut termasuk direct speech. Namun ketika kita menceritakannya kembali dengan kalimat “She said that she was tired,” kita sudah menggunakan indirect speech. Perubahannya terlihat sederhana, tetapi ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan, seperti tense, pronoun, keterangan waktu, dan konteks pembicaraan. Tidak semua kalimat berubah dengan pola yang persis sama, sehingga memahami logikanya jauh lebih membantu dibanding sekadar menghafalkan tabel.
Bagi siswa, kemampuan memahami Direct Indirect bukan hanya berguna untuk mengerjakan soal grammar. Konsep ini sering muncul ketika menceritakan percakapan, menulis cerita, menyampaikan informasi, membuat laporan, atau menjelaskan perkataan orang lain. Jadi, materi ini sebenarnya cukup praktis. Setelah pola dasarnya dipahami, kalimat yang sebelumnya terlihat ribet mulai terasa lebih masuk akal. Kuncinya adalah mengetahui siapa yang berbicara, kapan perkataan terjadi, kepada siapa ucapan ditujukan, dan bagaimana informasi tersebut dilaporkan kembali.
Mengenal Direct dan Indirect Speech

Direct speech digunakan ketika kita menyampaikan perkataan seseorang menggunakan kata-kata yang diucapkan secara langsung. Dalam tulisan bahasa Inggris, ucapan tersebut biasanya ditempatkan di dalam quotation marks atau tanda kutip. Contohnya, Rina said, “I like this book.” Bagian “I like this book” merupakan ucapan Rina sebagaimana dikutip oleh penulis. Bentuk seperti ini banyak ditemukan dalam dialog cerita, percakapan, wawancara, dan tulisan yang memang ingin mempertahankan perkataan asli seseorang. Direct speech membuat pembaca seolah mendengar sendiri bagaimana tokoh tersebut berbicara.
Indirect speech bekerja dengan cara berbeda. Kita menyampaikan kembali isi perkataan seseorang tanpa harus menggunakan kata-kata persis yang diucapkan sebelumnya. Contoh tadi dapat berubah menjadi “Rina said that she liked that book.” Tidak ada lagi quotation marks dan beberapa unsur kalimat mengalami penyesuaian. Pronoun “I” berubah menjadi “she” karena orang yang melaporkan ucapan tersebut berbicara mengenai Rina. Kata “this” dapat berubah menjadi “that” ketika konteks jarak atau sudut pandangnya berubah. Verb “like” juga menjadi “liked” dalam pola pelaporan masa lalu yang umum digunakan.
Bayangkan seorang siswa bernama Dimas mendapat pesan dari temannya, “I will finish the assignment tonight.” Keesokan harinya, guru bertanya apa yang dikatakan temannya. Dimas tentu tidak harus berpura-pura menjadi temannya dan mengulangi ucapan dengan konteks yang sama. Ia dapat berkata, “He said that he would finish the assignment that night.” Situasi fiktif ini menunjukkan fungsi reported speech dengan cukup natural. Kita terus menggunakan konsep serupa ketika menceritakan perkataan orang lain. Grammar hanya memberikan struktur agar perubahan sudut pandang tersebut tetap jelas dan tidak membingungkan pendengar.
Perubahan Tense Perlu Dipahami dengan Logika
Bagian yang paling sering membuat siswa bingung dalam Direct Indirect Speech adalah perubahan tense atau yang sering disebut backshift. Ketika reporting verb berada dalam bentuk lampau, tense dalam ucapan yang dilaporkan biasanya bergerak ke bentuk lampau yang sesuai. Simple present dapat berubah menjadi simple past. Present continuous biasanya menjadi past continuous, sedangkan present perfect dapat berubah menjadi past perfect. Contohnya, “I work every day,” dapat dilaporkan menjadi “He said that he worked every day.” Sementara “I am studying” dapat menjadi “She said that she was studying.”
Simple past dalam banyak latihan grammar dapat bergeser menjadi past perfect. Kalimat “She said, ‘I finished my homework’” dapat dilaporkan menjadi “She said that she had finished her homework.” Untuk modal tertentu juga terdapat perubahan yang umum dipelajari. “Will” dapat menjadi “would”, “can” menjadi “could”, dan “may” dapat menjadi “might” sesuai konteks. Dari sini terlihat bahwa perubahan bukan sekadar mengganti satu kata secara acak. Waktu dan sudut pandang pelapor ikut bergeser sehingga bentuk gramatikal menyesuaikan hubungan antara ucapan asli dengan waktu ketika ucapan tersebut diceritakan kembali.
Namun siswa perlu berhati-hati dengan anggapan bahwa setiap reported speech wajib mengalami backshift. Konteks tetap penting. Jika reporting verb berada dalam present tense, perubahan tense mungkin tidak diperlukan. Pernyataan yang masih benar atau fakta umum juga dapat mempertahankan tense tertentu sesuai makna yang ingin disampaikan. Contohnya, guru berkata bahwa bumi mengelilingi matahari. Fakta tersebut tidak berhenti benar hanya karena guru mengatakannya kemarin. Karena itulah belajar grammar sebaiknya tidak berhenti pada formula. Tabel perubahan tense sangat membantu sebagai panduan awal, tetapi pemahaman konteks membuat penggunaannya jauh lebih akurat.
Pronoun dan Keterangan Waktu Bisa Berubah
Selain tense, pronoun menjadi bagian yang harus diperhatikan ketika mengubah direct menjadi indirect speech. Kesalahan sering terjadi karena siswa terlalu fokus mengubah verb dan lupa bahwa pembicara sudah berubah. Misalnya, Sinta berkata, “I love my new bag.” Jika orang lain melaporkan ucapan tersebut, bentuknya dapat menjadi “Sinta said that she loved her new bag.” Kata “I” berubah menjadi “she”, sedangkan “my” berubah menjadi “her”. Perubahan ini terjadi karena sudut pandang kalimat sekarang berasal dari orang yang melaporkan ucapan Sinta, bukan dari Sinta secara langsung.
Hal yang sama berlaku untuk pronoun lain. Kata “we” bisa berubah menjadi “they” jika kelompok pembicara tidak termasuk orang yang sedang melaporkan. “Our” dapat berubah menjadi “their”, sementara “you” membutuhkan perhatian lebih karena maknanya tergantung kepada siapa pembicara asli berbicara. Tidak ada satu perubahan otomatis untuk semua “you”. Jika seorang guru berkata kepada Budi, “You need more practice,” lalu kalimat itu dilaporkan, bentuknya bisa menjadi “The teacher told Budi that he needed more practice.” Identitas orang dalam percakapan harus dipahami terlebih dahulu sebelum pronoun dipilih.
Keterangan waktu dan tempat juga sering menyesuaikan konteks. “Today” dapat menjadi “that day”, “tomorrow” menjadi “the next day” atau “the following day”, sedangkan “yesterday” dapat menjadi “the previous day” atau “the day before”. Kata “now” sering berubah menjadi “then”, “here” dapat menjadi “there”, dan “this” dapat menjadi “that” apabila konteksnya memang bergeser. Namun sekali lagi, jangan mengubah semuanya secara robotik. Jika seseorang melaporkan ucapan pada hari dan tempat yang sama, beberapa keterangan mungkin masih relevan dalam bentuk aslinya. Grammar mengikuti makna, bukan sebaliknya.
Pertanyaan dan Perintah Punya Pola Berbeda
Direct Indirect tidak hanya digunakan untuk kalimat pernyataan. Pertanyaan juga dapat dilaporkan, tetapi strukturnya berbeda. Untuk yes-no question, kata “if” atau “whether” biasanya digunakan. Misalnya, “Are you ready?” dapat berubah menjadi “She asked if I was ready.” Perhatikan bahwa struktur reported question tidak lagi mengikuti pola pertanyaan dengan auxiliary di depan subject. Kita tidak menulis “She asked if was I ready.” Setelah menjadi reported speech, susunannya mengikuti struktur pernyataan: subject kemudian verb. Ini salah satu detail kecil yang sering muncul dalam latihan siswa.
Untuk pertanyaan dengan question word seperti what, where, why, when, atau how, kata tanya tersebut biasanya tetap dipertahankan. Kalimat “Where do you live?” dapat dilaporkan menjadi “He asked me where I lived.” Sementara “Why are you late?” dapat menjadi “The teacher asked me why I was late.” Auxiliary seperti “do” tidak dipertahankan dalam struktur reported question tersebut. Tanda tanya pun biasanya tidak diperlukan ketika keseluruhan kalimat berbentuk pernyataan yang melaporkan sebuah pertanyaan. Awalnya memang sedikit bikin mikir, tetapi setelah beberapa latihan polanya akan terlihat jelas.
Perintah dan permintaan menggunakan pendekatan lain lagi. Bentuk infinitive dengan “to” sering digunakan setelah reporting verb yang sesuai. “Close the door,” dapat menjadi “He told me to close the door.” Untuk larangan, bentuk negatifnya dapat menggunakan “not to”, seperti “Don’t touch it,” menjadi “She told me not to touch it.” Pemilihan reporting verb juga memberi nuansa makna. “Asked” dapat menunjukkan permintaan atau pertanyaan, “told” menunjukkan bahwa seseorang mengatakan sesuatu kepada pihak tertentu, sedangkan kata seperti “advised”, “warned”, atau “ordered” dapat dipilih ketika konteks memang mendukung makna tersebut.
Cara Mudah Menguasai Direct Indirect
Cara paling efektif mempelajari materi ini adalah berlatih melalui konteks, bukan hanya menghafalkan perubahan kata. Ambil percakapan sederhana seperti, “I am doing my homework now,” kemudian tanyakan siapa pembicaranya, kapan kalimat tersebut diucapkan, dan siapa yang melaporkannya. Setelah konteks jelas, ubah bagian-bagiannya satu per satu. Misalnya menjadi “Andi said that he was doing his homework then.” Dengan metode ini, siswa memahami alasan “I” menjadi “he”, “am doing” menjadi “was doing”, serta “now” menjadi “then”. Setiap perubahan memiliki fungsi yang dapat dijelaskan.
Latihan juga bisa dibuat lebih menyenangkan. Setelah berbicara dengan teman, coba ceritakan kembali percakapan tersebut menggunakan bahasa Inggris. Teman berkata, “I can help you tomorrow.” Beberapa saat kemudian, coba laporkan menjadi “She said that she could help me the next day.” Bisa juga mengambil dialog pendek buatan sendiri dan mengubahnya dari direct menjadi indirect, lalu melakukan proses sebaliknya. Semakin banyak variasi kalimat yang digunakan, semakin cepat siswa mengenali pola. Kesalahan tetap mungkin terjadi, dan itu normal dalam proses belajar bahasa. Yang penting, cari tahu bagian mana yang keliru dan kenapa.
Pada akhirnya, Direct Indirect Speech bukan kumpulan aturan rumit yang dibuat untuk mempersulit pelajaran bahasa Inggris. Materi ini menjelaskan sesuatu yang sebenarnya sering kita lakukan: mengutip dan menceritakan kembali perkataan orang lain. Fokuslah pada empat hal utama, yaitu tense, pronoun, keterangan waktu atau tempat, serta jenis kalimat yang sedang dilaporkan. Setelah dasar tersebut kuat, penggunaan reported speech akan terasa jauh lebih natural. Jangan buru-buru menghafal semua pola sekaligus. Pahami satu contoh, ubah konteksnya, lalu buat contoh sendiri. Grammar biasanya terasa lebih gampang ketika kita berhenti melihatnya sebagai tabel dan mulai menggunakannya sebagai bahasa.
Temukan Informasi Lengkapnya Tentang: Pengetahuan
Baca Juga Artikel Berikut: Modal Auxiliary Mudah Dipahami Siswa


